Slider

Cara Hidup

Konspirasi

Dunia Islam

Kisah Nabi dan Sahabat

Kisah umat dahulu

Sains

Foto

Pautan Luar

» » Istilah-istilah dalam ilmu Musthalah Hadits

Berikut adalah antara beberapa istilah yang digunakan dalam ilmu Musthalahul Hadits (صطلح الحديث). Semoga kita berminat untuk mempelajari ilmu-ilmu agama termasuklah ilmu tentang istilah-istilah dalam bab hadits ini, agar kita tidak menjadi taklid buta dalam beragama dan tahu membezakan yang mana hadith, yang mana lemah dan yang mana bukan. Kemudian dapat mengelakkan kita bercakap tentang hadits TANPA ILMU.

Istilah-istilah dalam ilmu Musthalah Hadits

Ini berikutan selama ini telah banyak hadits maudhu' (palsu) yang menjadi pegangan kita dan dijadikan hujjah, astaghfirullah. Akibat perkembangan zaman sejak dari penjajahan British, maka banyak ilmu agama yang penting telah dihakis dari masyarakat dan cuba disembunyikan. 

Begitu juga dengan pembelajaran Bahasa Arab, hanya golongan tertentu sahaja yang mengikutinya sedangkan  majoriti masyarakat Islam sendiri tidak faham Bahasa Arab. Maka sama-samalah kita cuba mempelajari Bahasa Arab setakat terdaya juga, kerana Bahasa Arab adalah kunci kepada memahami ilmu-ilmu agama dengan sebaik mungkin.

Imam Sufyan Ats-Tsauri berkata (ertinya), “Saya tidak mengenal ilmu yang lebih utama bagi orang yang berhasrat menundukkan wajahnya di hadapan Allah selain daripada ilmu hadits. Orang-orang sangat memerlukan ilmu ini, sampai kepada soal-soal kecil sekalipun, seperti makan dan minum, memerlukan petunjuk dari al-hadits. Mempelajari ilmu hadits lebih utama daripada menjalankan shalat dan puasa sunat, kerana mempelajari ilmu ini adalah fardhu kifayah, sedangkan shalat sunat dan puasa sunat hukumnya sunat.”

Imam Asy-Syafi'e berkata, “Demi umurku, soal ilmu hadits ini termasuk tiang agama yang paling kukuh dan keyakinan yang paling teguh. Tidak digemari untuk menyiarkannya selain oleh orang-orang yang jujur lagi takwa, dan tidak dibenci untuk menyiarkannya selain oleh orang-orang munafik lagi celaka.”

Al-Hakim berkata, “Andaikata tidak ramai orang yang menghafal sanad hadis, nescaya menara Islam roboh dan nescaya para ahli bid'ah berusaha membuat hadits palsu dan memutarbalikkan sanad.”


Istilah-istilah dalam ilmu Musthalah Hadits

Ilmu Musthalah Hadits (Istilah-istilah Hadits) - Ilmu mengenai kaedah atau usul yang dapat dikenali dengannya hal ehwal sanad dan matan dari segi penerimaan atau penolakannya. Dengan kata lain, ia adalah ilmu yang menjadi alat untuk mengetahui keadaan seorang periwayat dan hadits yang diriwayatkan sama ada diterima atau ditolak.

Hadits - Segala apa yang disandarkan kepada Rasulullah s.a.w sama ada percakapan, perbuatan, diam, setuju atau sifat-sifat baginda sama ada sifat zahir atau batin.

Sunnah - Sama maksudnya dengan hadits.

Khabar - maksudnya lebih umum daripada hadits, meliputi apa yang diriwayatkan dari nabi s.a.w dan selainnya.

Atsar (الأثر) - Sesetengah ulama berpendapat, ia merujuk kepada kata-kata sahabat r.a.

Sanad (sandaran) - Rangkaian perawi atau jalan yang menyampaikan kepada hadits.

Matan - Lafaz-lafaz hadits yang membentuk pengertian

Isnad (menyandarkan) - iaitu menyebutkan hadith itu kepada orang yang mengatakannya. Sanad dan isnad hampir sama ertinya; keduanya adalah penting untuk menentukan nilaian hadits. 'Abdullah bin Mubarak berkata: "Isnad adalah dari urusan agama, dan kalaulah tidak kerana isnad, nescaya berkatalah orang yang mahu apa yang dia mahu berkata."

Musnid (orang yang menyandarkan) - Orang yang meriwayatkan hadits dengan isnadnya.

Musnad - Kitab-kitab hadits yang disusun mengikut nama para sahabat yang menyampaikan hadits.

Musannid -   iaitu orang yang meriwayatkan hadits dengan isnadnya.

Muttafaq ’Alaih - Hadits yang disepakati oleh Imam Bukhari dan Imam Muslim.

Muhaddits - orang yang mahir dengan hadits dan menghafal kurang daripada 100,000 hadits.

Al Hafiz - Menghafaz sebanyak 100,000 hadits dengan isnadnya.

Al Hujjah - Darjatnya lebih tinggi daripada al Hafiz. Menghafal 300,000 buah hadith termasuk matan, sanad, jarh, ta’dil dan sejarahnya.

Al Hakim - Darjat tertinggi di kalangan ahli hadits. Mengetahui segenap hal berkenaan hadits, menghafal lebih daripada 700,000 buah hadits.

Hadits Qudsi - Hadits yang lafaznya adalah daripada Nabi s.a.w manakala maknanya daripada Allah s.w.t sama ada melalui mimpi atau ilham.

Hadits Mutawatir - Hadits yang diriwayatkan oleh sejumlah perawi (lebih dari 3 sanad) yang mana tidak munasabah mereka bersepakat untuk berdusta terhadap hadits nabi.

Hadits Ahad - Hadits yang diriwayatkan oleh seorang perawi atau lebih tetapi tidak mencapai darjat mutawatir.

Hadits Syadz - Hadits yang diriwayatkan oleh perawi yang maqbul ( diterima riwayatnya ) tapi menyelisihi orang yang lebih utama atau lebih kuat darinya. 

Hadits Shahih - Hadits yang tersambung sanadnya dengan diriwayatkan oleh rawi yang adil dan sempurna hafalannya dari rawi sepertinya sampai akhir, tanpa ada keganjilan (syadz) dan cacat (illat).

Hadits Hasan - Hadits yang tersambung sanadnya dengan diriwayatkan oleh rawi yang adil dan ringan hafalannya dari rawi sepertinya sampai akhir, tanpa ada keganjilan (syadz) dan cacat (illat).

Hadits Dha’if  (lemah) - Hadits yang tidak terhimpun padanya semua syarat hasan kerana kehilangan salah satu syarat hasan.

Hadits Maudhu' (palsu) - Kebohongan yang diada-adakan dan dibuat-buat kemudian dinisbahkan kepada Rasulullah Sallallahu 'Alahi Wasallam dengan sengaja. 

Asal sanad - terdiri daripada para sahabat.

Awal sanad - Perawi yang terakhir seperti contohnya Imam Bukhari.

Akhir sanad (Muntahāhu) -   terdiri daripada para sahabat.

Al Lāhiq - Perawi yang terkemudian meninggalnya.

Al Sābiq - Perawi yang lebih awal meninggalnya.

Ilmu Jarh wa Ta’dil - Ilmu yang membincangkan tentang kualiti para perawi hadits.

Al Jarh - Menyebutkan sesuatu keaiban yang terdapat pada seseorang rawi yang boleh menyebabkan hadits yang diriwayatkannya tertolak.

Al Ta’dil - Menyifatkan seseorang hadits dengan sifat-sifat yang menyebabkan dia dinilai sebagai adil dan menjadi asas penerimaan hadits yang diriwayatkannya.

Ilmu Rijal - Ilmu dimana keadaan para perawi dapat diketahui dengan ilmu tersebut, lalu dapat diputuskan Jarh dan Ta'dil terhadap mereka. 

Ilmu Ma’rifat al Sahabah -    Ilmu pengenalan tentang sahabat.

Ilmu Tarikh al Ruwat  (sejarah periwayat) - Ilmu yang membahaskan tentang sejarah hidup para perawi, tempat lahir, tarikh lahir, kematian, mazhab yang diikuti, negeri yang pernah dilawati dan apa-apa yang berkaitan dengannnya.

Ilmu Nasikh Mansukh (Nasikh adalah bentuk isim fa’il sedangkan mansukh adalah bentuk isim maf’ul dari kata nasakho yang bererti menghilangkan dan menukil. Semuanya masuk pada bab Naskh) - Ilmu yang membahaskan tentang hadits yang telah dinasakhkan dan hadits yang menasakhkan.

Naskh adalah Menghilangkan hukum syar’i dengan dasar dalil syar’i yang datang belakangan darinya. Nasikh adalah sesuatu yang menunjukkan kepada penghilangan yang telah disebutkan. Sedangkan Mansukh adalah hadits yang dinaskh oleh hadits yang datang kemudian darinya.

Ilmu Gharib al Hadits - Ilmu yang menerangkan tentang perkataan yang terdapat dalam matan hadits di mana ia sukar difahami maknanya.

Ilmu ’Ilal Hadits - Ilmu yang membahaskan tentang kecacatan yang tersembunyi dalam hadits dan ia boleh mencacatkan hadits tersebut.

Marfu’ (Bentuk isim maf’ul dari kata ar-raf’u iaitu tinggi ) - Segala sesuatu yang disandarkan kepada Nabi Sallallahu 'Alahi Wasallam baik perkataan, perbuatan, penetapan ataupun sifat, baik sanadnya muttasil (tersambung) atau munqathi’ (terputus).

Maushul - Hadits yang sanadnya sampai kepada Nabi Sallallahu alaihi wasallam tanpa putus dinamakan maushul atau mut-tashilus-sanad, iaitu yang bersambung dan tidak putus sanadnya.

Mauquf  (Bentuk isim maf’ul dari kata kerja waqofa yang ertinya diam dan berdiri) - Segala sesuatu yang disandarkan kepada Sahabat radiyallahu 'anhum baik perkataan, perbuatan ataupun penetapan. 

Maqthu’ (Bentuk isim maf’ul dari kata qotho’a, ertinya terpotong) - Segala sesuatu yang disandarkan kepada Tabi’in atau yang dibawah mereka baik perkataan ataupun perbuatan. 

Istikhraj dan Ikhraj - iaitu mengambil sesuatu hadits dari sesuatu kitab, dan mencari sanad yang lain dari sanad penyusun kitab itu, atau menerangkan bahawa hadits itu dipindahkan oleh penyusun dari kitab yang lain; umpamanya dikatakan: Akhrajah Al-Bukhari, ertinya: mengeluarkan hadith itu oleh Imam Bukhari; maksudnya ada disebut di dalam Bukhari dan dia memindahkannya ke dalam kitabnya.

Takhrij (Bentuk mashdar dari kata kerja khorroja, yang ertinya mengeluarkan) - Ilmu yang menyebutkan sumber-sumber asli hadits, baik dengan menetapkan hukum untuknya atau tidak. 

Tsiqoh - Orang yang memiliki dua sifat, iaitu adil dan dhabit menurut pendapat yang masyhur. 

Riwayat - iaitu memindahkan hadits dari seorang kepada seorang yang lain, dan orang yang memindahkan disebut rawi.

Dirayat - Ilmu yang dengannya diketahui macam-macam riwayat dan hukum-hukumnya, syarat-syarat perawi, tingkatan-tingkatan objek riwayat dan menghuraikan makna-maknanya. 



Rujukan:

2 - Ikhtisar Mushthalahul Hadits, Drs. Fatchur Rahman
3 - Taisir Musthalah Hadits oleh Dr. Mahmud Thahhan dan Mu’jam Isthilahat al-Ahadits Annabawiyah oleh Abdul Mannan ar-Rasikh

«
Next
Catatan Terbaru
»
Previous
Catatan Lama


Artikel berkaitan:

Tiada ulasan: