Cara Hidup

Konspirasi

Dunia Islam

Kisah Nabi dan Sahabat

Kisah umat dahulu

Sains

Foto

» » » Sejauh mana kemampuan sihir menembus fizik manusia?

Ilmu Sihir
Apakah sihir itu mengakibatkan suatu bahaya atau mudharat yang menimpa manusia yang terkena sihir? Bagaimanakah caranya sampai terjadi begitu? Dan mengapa sampai terjadi?

Dalam surah Al-An'am, Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman, "Jika Allah menimpakan suatu kemudharatan kepadamu, maka tidak ada yang menghilangkannya selain Dia sendiri, dan jika Dia mendatangkan kebaikan kepadamu, maka Dia Maha Kuasa atas tiap-tiap sesuatu, dan Dialah yang berkuasa atas sekalian hamba-hamba-Nya. Dan Dialah Yang Maha Bijaksana lagi Maha Mengetahui." (Surah Al-An'am : Ayat 17 - 18)

Dalam surah yang lain Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman pula, "Jika Allah menimpakan suatu kemudharatan kepadamu, maka tidak ada yang dapat menghilangkannya kecuali Dia sendiri, dan jika Allah menghendaki kebaikan bagimu, maka tak ada yang dapat menolak kurnia-Nya, Dia memberikan kebaikan itu kepada siapa yang dikehendaki-Nya di antara hamba-hamba-Nya dan Dia-lah yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." (Surah Yunus : Ayat 107).

Sedang pada surah Al-Baqarah 2:102, Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman, "Maka mereka mempelajari dari kedua malaikat itu, apa yang dengan sihir itu, mereka dapat menceraikan antara seorang (suami) dengan isterinya. Dan mereka itu (ahli-ahli sihir) tidak memberi mudharat dengan sihirnya kepada seorang pun kecuali dengan izin Allah. Dan mereka mempelajari sesuatu yang memberi mudharat kepadanya dan tidak memberi manfaat."

Seperti dimaklumi bersama, bahawa rukun iman keenam ialah beriman, mempercayai dan meyakini adanya qadar (ketentuan Allah), yang baik mahupun yang tidak baik, yang manis ataupun yang pahit, semuanya dari Allah Subhanahu wa Ta'ala.

Dalam surah Al-Hadid : 22 Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman, "Tiada suatu bencana pun yang menimpa di bumi dan tidak (pula) pada dirimu sendiri melainkan telah tertulis pada kitab (Lauh Mahfuzh) sebelum Kami menciptakannya. Sesungguhnya yang demikian itu adalah mudah bagi Allah."

Sesungguhnya keburukan atau bahaya apa pun yang menimpa manusia, baik disebabkan oleh tangan manusia, atau kerana haiwan buas yang menyerangnya, atau ada benda mati yang menimpa dirinya, atau ada suatu peristiwa / kejadian alam yang mengenainya, semuanya terjadi dengan takdir ketentuan Allah dan kehendak-Nya. Manusia kadang-kadang mendapat suatu musibah, yang tentunya dengan kehendak Allah Subhanahu wa Ta'ala dan izin-Nya, sedang Allah meletakkan sebab bencana atau musibah tersebut melalui usapan syaitan, atau suatu mudharat yang dikenakan oleh khadam atau pelayan sihir yang menggauli dan mendekati manusia yang menjadi sasaran sihirnya.

Sesungguhnya, syaitan dari kalangan jin yang menjadi penyebab terkenanya bahaya atau musibah pada manusia itu bagaikan bakteria, virus, mikrobat, kuman, dan semacamnya. Jadi, sebagaimana Allah Subhanahu wa Ta'ala telah menciptakan makhluk- makhluk seperti bakteria-bakteria, kuman-kuman, mikrobat-mikrobat, virus-virus, dan lain-lainnya, Allah juga menciptakan syaitan-syaitan dan bangsa jin.

Jadi, sebagaimana makhluk Allah sebangsa virus, kuman, bakteria, mikrobat, dan yang lainnya dapat menimpa dan membahayakan tubuh manusia, maka demikian pula syaitan-syaitan jin, syaitan-syaitan khadam sihir, dan syaitan-syaitan penghasut manusia dapat membahayakan tubuh manusia. Dan semuanya terjadi dengan izin Allah Subhanahu wa Ta'ala.

Lalu mengapa syaitan, baik syaitan sihir atau syaitan hasud, dapat menimpakan musibah atau bahaya kepada kita?

Termasuk kezaliman yang nyata, dan perangkap syaitan, jika ada yang bertanya, "Mengapa Allah memberikan kemampuan kepada syaitan dari bangsa jin, yang kemudian dimanfaatkan oleh syaitan manusia untuk menimpakan bahaya dan bencana kepada manusia?"

Pertanyaan tersebut nampaknya perlu diluruskan, Sehingga sebaiknya dikatakan, "Mengapa Allah memberikan kekuatan (kemampuan) kepada syaitan dan bangsa manusia untuk menimpakan kejahatan dan bahaya kepada sesama insan?"

Dan mengapa pula Allah Subhanahu wa Ta'ala memberikan kemampuan dan kekuatan kepada ulat-ulat (bakteria-bakteria), kuman-kuman, virus-virus, dan yang sepertinya untuk menimpakan bahaya dan musibah / bencana kepada manusia?

Padahal, sebetulnya, segala perbuatan yang terjadi dengan izin Allah ta'ala itu tidak mesti ditanyakan dengan kata-kata "limadza" (mengapa) atau "kayfa" (bagaimana). Berkenaan dengan sihir, Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman, "Dan tiadalah mereka, dengan sihir itu, membahayakan seseorang kecuali dengan izin Allah Subhanahu wa Ta'ala." (Surah Al-Baqarah : Ayat 102).

Jika saja ayat tersebut tidak mengandungi istitsna (kata untuk mengecualikan), lalu berhenti pada kata "wa ma hum bi-dharrina bihi min ahadin", maka akan difahami bahawa sihir tidak akan membahayakan manusia, dan itu tidak sesuai dengan realiti yang ada. Ianya boleh difahami, jika "ma" dianggap sebagai "nafiyah" (yang menafikan). Yakni, ahli-ahli sihir itu tidak akan membahayakan dengan sihirnya terhadap jasad manusia siapa pun. Tetapi ketika ternyata Allah Subhanahu wa Ta'ala menyebutkan istitsna, maka dapat difahami bahawa sihir itu dapat saja membahayakan diri manusia. Itu pun akan terjadi jika Allah Subhanahu wa Ta'ala mengizinkan dan menghendakinya.

Sebagai kesimpulan dari ayat tersebut, ada sebuah doa dan salah seorang ulama ahli tafsir berikut ini: "Ya Allah, sesungguhnya Engkau telah memberikan kemampuan kepada sebahagian hamba-Mu untuk menguasai dan rnempergunakan sihir. Dan Engkau memperuntukkan diri-Mu untuk mengizinkan dalam menimpakan bahaya. Maka, aku memohon kepada-Mu, wahai Tuhanku, dengan rahsia dan hak (izin) yang Engkau memperuntukkan diri-Mu untuk memberi izin, supaya Engkau menjaga kami dari kejahatan dari bahaya apa yang telah Engkau berikan - berupa kemampuan dan kekuasaan - kepada sebahagian makhluk- Mu, dengan kelebihan, rahsia dan berkat firman Mu "Dan tiadalah mereka, dengan sihir itu, membahayakan seorang pun kecuali dengan izin Allah Subhanahu wa Ta'ala."


[Petikan dari buku Menolak dan Membentengi Diri dari Sihir , oleh Abdul Kholiq Al-Athar]






«
Next
Catatan Terbaru
»
Previous
Catatan Lama


Artikel berkaitan:

Kategori

Air terjun (8) Ajaib (22) Alam sekitar (10) Angkasalepas (51) Animasi GIF (3) Antik (8) Aqidah (13) Arkeologi (21) Astronomi (48) Bala bencana (41) Batu kalimah (4) Batu permata (23) Biar betul (112) Biologi (2) Bionik (4) Budaya (5) Cinemagraph (3) Dajjal (2) Download (2) Duit (37) Duit Kertas (15) Duit Syiling (24) Dunia Hiburan (127) Ekonomi Dunia (20) Ensaiklopedia (55) Foto (346) Freemason (2) Freeware (3) Gempa bumi (7) Geologi (6) Gerhana bulan (1) GIF animation (3) Grafik 3D (3) Halimunan (3) Hamas (8) Hantu (52) High speed video (6) Iblis (13) Illuminati (26) Imam empat mazhab (5) Indeks batu permata (1) Indeks duit (2) Indeks kad telefon (1) Indeks sampul duit raya (1) Indeks setem (1) Internet (91) Jalan-jalan (56) Jenayah (121) Jin (35) Kad telefon (3) Kamera (21) Kamera digital (16) Kata-kata hikmah (28) Kemalangan (57) Kematian (55) Kesihatan dan Perubatan (191) Ketenteraan (46) Kiamat (7) Kisah akhir zaman (2) Klasik (59) Kristologi (47) Landskap (109) Makanan dan minuman (17) Makro (6) Manipulasi Foto (6) Metafizik (5) Misteri (59) Motivasi (34) Muzium mini (65) Paleontologi (1) Palestine (49) Paranormal (28) Penggodam (23) Perang (31) Perkahwinan (22) Pernikahan (19) Perubatan Islam (5) Polis (9) Politik (130) Politik dunia (49) Puisi (6) Rekod (101) Robotik (27) Sains (60) Sampul duit raya (5) Scam (5) Sedih (46) Sejarah (29) Sejarah Islam (16) Sejarah kuno (4) Selebriti meninggal (12) Seni (5) Seni beladiri (1) Senibina (21) Serangga (15) Sukan (42) Syiah (15) Syirik (1) Syria (41) Teknologi (241) Teknologi Nano (7) Teori konspirasi (162) Time lapse (39) Timur Tengah (175) Tumbuhan (36) UFO (39) Ulama meninggal dunia (2) Video (291) Wallpaper Islamik (39) Yahudi (10) Zionis (20)