Cara Hidup

Konspirasi

Dunia Islam

Kisah Nabi dan Sahabat

Kisah umat dahulu

Sains

» » Kisah 70 orang mati disambar Petir kemudian Hidup Kembali

Kisah umat Nabi Musa mati disambar petir kemudian Hidup Kembali
"Dan (ingatlah) ketika kalian berkata, "Wahai Musa! Kami tidak akan beriman kepadamu sehingga kami dapat melihat Allah dengan terang (dengan mata kepala kami)". Maka kerana itu kamu disambar petir, sedang kamu semua melihatnya. Kemudian Kami bangkitkan kamu sesudah kamu mati, supaya kamu bersyukur." [Surah al-Baqarah : ayat 55 - 56]

Allah S.w.t berfirman, "Ingatlah akan nikmat-Ku yang telah Ku limpahkan kepada kalian, iaitu Aku hidupkan kembali kalian selepas kalian mati disambar halilintar, ketika kalian meminta sebelumnya agar dapat melihat-Ku secara terang-terangan, padahal hal tersebut tidak akan mampu kalian lakukan dan tidak pula orang-orang seperti kalian." Demikian menurut tafsir yang dinyatakan oleh Ibnu Juraij.

Abu Ja'far meriwayatkan dari Ar-Rabi' ibnu Anas. Mereka yang berkata demikian berjumlah 70 orang, iaitu mereka yang dipilih oleh Nabi Musa a.s, lalu mereka berangkat bersama Nabi Musa. Ar-Rabi' ibnu Anas melanjutkan kisahnya, bahawa mereka hanya mendengar kalam sahaja, lalu mereka berkata;

"....... Kami tidak akan beriman kepadamu sehingga kami dapat melihat Allah dengan terang ......." [al-Baqarah : 55]

Kemudian mereka mendengar suara dentuman yang dasyat, hingga mereka semua mati.

Ibnu Jarir at-Thabari meriwayatkan, telah menceritakan kepada kami Muhammad ibnu Humaid, telah menceritakan kepada kami Salamah ibnu Fadl, dari Muhammad ibnu Ishaq yang mengatakan bahawa, tatkala Musa kembali kepada kaumnya dan dia melihat apa yang mereka kerjakan, iaitu menyembah anak lembu, dan dia mengatakan apa yang telah dikatakannya kepada saudaranya (Harun), juga kepada Samiri, lalu dia membakar patung anak lembu itu dan menaburkan abu-nya ke laut, kemudian dia memilih 70 orang lelaki terbaik dari kalangan kaumnya. Dia berkata kepada mereka, "Berangkatlah kalian ke tempat yang telah dijanjikan oleh Allah, bertaubatlah kalian kepada Allah di atas apa yang telah kalian perbuat dan mohonlah taubat kepada-Nya di atas orang-orang yang kalian tinggalkan di belakang kalian dari kalangan kaum kalian. Berpuasalah kalian, bersucilah, dan bersihkan lah pakaian kalian."

Kemudian Musa a.s berangkat membawa mereka ke Gunung Thursina pada waktu yang telah dijanjikan oleh Allah kepadanya. Musa tidak pernah datang kepada-Nya kecuali dengan izin dan restu dari-Nya.

Menurut riwayat yang sampai kepadaku (Ibnu Jarir), ke 70 orang itu di waktu mereka melakukan apa yang diperintahkan oleh Nabi Musa dan berangkat untuk menemui Allah, mereka berkata kepada Musa, "Hai Musa! Mohonlah bagi kami kepada Tuhanmu agar kami diperkenankan dapat mendengar kalam Tuhan kami." Musa menjawab, "Baiklah."

Ketika Musa mendekati gunung tersebut, maka datanglah awan yang menaunginya hingga menutupi seluruh gunung, lalu Musa mendekat dan masuk ke dalam awan tersebut. Setelah itu dia berkata kepada kaumnya, "Mendekatlah kalian." Musa a.s apabila diajak bicara oleh Allah S.w.t, maka memancarlah dari keningnya "nur" yang cemerlang, tiada seorang pun dari Bani Adam yang mampu memandangnya, maka Allah membuat hijab (penutup) bagi nur tersebut. Lalu kaum itu pun menghampiri. Ketika mereka masuk ke dalam awan tersebut, mereka menyungkur sujud dan mereka mendengar suara Allah yang sedang berbicara dengan Musa a.s, memerintah dan melarangnya dengan ucapan, "Lakukanlah," atau "jangan kamu lakukan."

Ketika Allah S.w.t selesai berbicara kepada Musa, tersingkaplah awan tersebut, dan Musa menghadap ke arah mereka, ternyata mereka berkata kepada Musa a.s seperti yang disebut oleh firman-Nya;

"....... Kami tidak akan beriman kepadamu sehingga kami dapat melihat Allah dengan terang ......." [al-Baqarah : 55]

Maka mereka ditimpa oleh dentuman yang dasyat (iaitu sha'iqah) hingga mereka mati semuanya. Lalu Musa a.s bangkit meminta tolong kepada Tuhannya dan berdoa, memohon kepada-Nya seraya berkata, seperti yang disebutkan oleh firman-Nya;

"Ya Tuhanku, kalau Engkau kehendaki, tentulah Engkau membinasakan mereka dan aku sebelum ini." [Surah al-A'raaf : 155]

Mereka benar-benar tidak mengerti, apakah Engkau membinasakan orang-orang yang berada di belakangku dari kalangan Bani Israel kerana perbuatan orang-orang yang bodoh dari kalangan kami? Dengan kata lain, sesungguhnya hal ini merupakan kebinasaan bagi mereka. Aku memilih 70 orang terbaik dari kalangan mereka agar aku kembali nanti bersama mereka, sedangkan sekarang tiada seorang pun dari mereka yang tinggal. Apakah yang menjadi bukti bagiku buat mereka agar mereka mahu percaya kepadaku dan beriman kepadaku selepas peristiwa ini? Sesungguhnya kami kembali (bertaubat) kepada Engkau.

Musa a.s terus menerus memohon kepada Tuhannya dan meminta hingga Allah mengembalikan roh mereka kepada mereka, lalu Musa a.s memohon kepada Allah keampunan dan taubat bagi Bani Israel yang telah menyembah anak lembu. Maka Allah berfirman, "Tidak, kecuali jika mereka bunuh diri mereka sendiri." Demikianlah menurut konteks (lafaz) yang diketengahkan oleh Muhammad ibnu Ishaq.

Pendapat kedua

Pendapat kedua mengenai makna ayat ini disebutkan oleh Abdur Rahman ibnu Zaid ibnu Aslam dalam tafsir ayat ini, bahawa tatkala Musa a.s kembali dari sisi Tuhannya kepada kaumnya dengan membawa luh-luh yang padanya termaktub kitab Taurat, maka dia mendapati mereka sedang menyembah anak lembu. Maka dia memerintahkan kepada mereka agar membunuh diri mereka sendiri dan mereka melakukannya, lalu Allah menerima taubat mereka. Musa berkata kepada mereka, "Sesungguhnya lembaran-lembaran ini berisi "kitabullah", di dalamnya terkandung urusan kalian yang diperintahkan oleh Allah dan larangan-Nya yang mesti kalian jauhi. Mereka bertanya, "Siapakah yang mahu percaya kepada kata-katamu itu? Tidak, demi Allah, kecuali kami dapat melihat Allah dengan terang hingga Allah sendirilah yang menyerahkannya kepada kami, lalu Dia berfirman, "Inilah kitab-Ku, maka ambillah oleh kalian!", maka mengapa Allah tidak mahu berbicara kepada kami sebagaimana Dia berbicara kepadamu hai Musa?"

Abdur Rahman ibnu Zaid membacakan firman-Nya; "....... Kami tidak akan beriman kepadamu sehingga kami dapat melihat Allah dengan terang ......." [al-Baqarah : 55]

dan melanjutkan kisahnya, bahawa selepas itu Allah murka, lalu terjadilah halilintar selepas taubat mereka, kemudian mereka disambar oleh halilintar itu hingga semuanya mati. Setelah itu Allah menghidupkan mereka kembali. Abdur Rahman ibnu Zaid membacakan firman-Nya; "....... Kemudian Kami bangkitkan kamu sesudah kamu mati, supaya kamu bersyukur." [Surah al-Baqarah : 56]

Musa a.s berkata kepada mereka, "Ambillah Kitabullah ini!" Mereka menjawab, "Tidak." Musa a.s berkata, "Apakah yang telah menimpa kalian?" Mereka menjawab, "Kami mengalami mati, kemudian kami dihidupkan kembali." Musa a.s berkata, "Terimalah Kitabullah ini!" Mereka menjawab, "Tidak." Maka Allah mengirimkan malaikat, lalu malaikat mencabut gunung dan mengangkatnya di atas mereka.

[Imam Ibnu Katsir - Tafsir Ibnu Katsir, Surah al-Baqarah : ayat 55 - 56]

«
Next
Catatan Terbaru
»
Previous
Catatan Lama


Artikel berkaitan:

Tiada ulasan:

Leave a Reply

Terima kasih :)

Kategori

Air terjun (9) Ajaib (22) Alam sekitar (10) Angkasalepas (51) Animasi GIF (3) Antik (8) Aqidah (13) Arkeologi (21) Astronomi (48) Bala bencana (41) Batu kalimah (4) Batu permata (23) Biar betul (112) Biologi (2) Bionik (4) Budaya (5) Cinemagraph (3) Dajjal (2) Download (2) Duit (37) Duit Kertas (15) Duit Syiling (24) Dunia Hiburan (127) Ekonomi Dunia (20) Ensaiklopedia (55) Foto (346) Freemason (2) Freeware (3) Gempa bumi (7) Geologi (6) Gerhana bulan (1) GIF animation (3) Grafik 3D (3) Halimunan (3) Hamas (8) Hantu (52) High speed video (6) Iblis (13) Illuminati (26) Imam empat mazhab (5) Indeks batu permata (1) Indeks duit (2) Indeks kad telefon (1) Indeks sampul duit raya (1) Indeks setem (1) Internet (91) Jalan-jalan (56) Jenayah (121) Jin (35) Kad telefon (3) Kamera (21) Kamera digital (16) Kata-kata hikmah (28) Kemalangan (57) Kematian (55) Kesihatan dan Perubatan (191) Ketenteraan (46) Kiamat (7) Kisah akhir zaman (2) Klasik (59) Kristologi (47) Landskap (111) Makanan dan minuman (17) Makro (6) Manipulasi Foto (6) Metafizik (5) Misteri (59) Motivasi (34) Muzium mini (65) Paleontologi (1) Palestine (49) Paranormal (28) Penggodam (23) Perang (31) Perkahwinan (22) Pernikahan (19) Perubatan Islam (5) Polis (9) Politik (130) Politik dunia (49) Puisi (6) Rekod (101) Robotik (27) Sains (60) Sampul duit raya (5) Scam (5) Sedih (46) Sejarah (29) Sejarah Islam (16) Sejarah kuno (4) Selebriti meninggal (12) Seni (5) Seni beladiri (1) Senibina (21) Serangga (15) Sukan (42) Syiah (15) Syirik (1) Syria (41) Teknologi (241) Teknologi Nano (7) Teori konspirasi (163) Time lapse (39) Timur Tengah (176) Tumbuhan (36) UFO (39) Ulama meninggal dunia (2) Video (292) Wallpaper Islamik (39) Yahudi (10) Zionis (20)